Free Reservasi
Gigi palsu bukan sekadar untuk bergaya saat tersenyum. Fungsinya jauh lebih vital: menjaga agar gigi tetangganya tidak bergeser miring dan memastikan otot wajah Anda tidak kendur (terlihat kempot).
Sederhananya: secepat mungkin setelah gigi asli hilang. Menunda pemasangan gigi palsu bisa menyebabkan tulang rahang menyusut dan gigi lainnya "bermigrasi" mencari ruang kosong, yang nantinya akan membuat pemasangan gigi palsu di masa depan jadi jauh lebih rumit.
Tidak ada satu jenis yang cocok untuk semua orang. Pilihannya bergantung pada jumlah gigi yang hilang dan kenyamanan Anda:
Gigi Tiruan Lepasan (Removable Denture):
Akrilik: Paling terjangkau, menggunakan plat plastik keras. Biasanya ada kawat pengait ke gigi tetangga.
Flexi/Valplast: Lebih lentur, tidak menggunakan kawat logam, dan jauh lebih tipis sehingga lebih nyaman di mulut.
Gigi Tiruan Permanen (Fixed Denture):
Bridge (Jembatan): Jika Anda kehilangan 1-2 gigi dan gigi di sebelahnya masih kuat. Gigi tetangga akan "dikecilkan" untuk menjadi penyangga mahkota gigi tiruan di tengahnya.
Implan Gigi: Standar tertinggi saat ini. Sekrup titanium ditanam ke dalam tulang rahang sebagai akar buatan. Sangat stabil, paling mirip gigi asli, dan tidak merusak gigi sebelah.
Proses ini memerlukan ketelitian agar gigitan Anda tetap terasa alami:
Pemeriksaan & Pencetakan: Dokter akan memeriksa kondisi gusi dan tulang. Kemudian, mulut Anda akan dicetak menggunakan bahan khusus untuk mendapatkan replika yang akurat.
Penentuan Gigitan (Bite Registration): Kami akan mengukur hubungan rahang atas dan bawah agar saat memakai gigi palsu, Anda tidak merasa "mengganjal" atau sakit saat mengunyah.
Try-in (Uji Coba): Sebelum jadi permanen, kita akan coba versi lilinnya dulu. Di sini Anda bisa melihat warnanya, bentuknya, dan bicaranya sudah enak atau belum.
Pemasangan & Penyesuaian: Setelah gigi palsu jadi, dokter akan memasangnya dan melakukan grinding sedikit jika ada bagian yang terasa tajam atau tidak pas.
Memakai gigi palsu itu seperti memakai sepatu baru. Butuh waktu untuk "berteman" dengannya:
Produksi Air Liur Meningkat: Mulut menganggap gigi palsu sebagai benda asing, jadi air liur akan keluar lebih banyak di awal. Ini normal.
Cara Bicara: Mungkin Anda akan sedikit cedal saat mengucapkan huruf "S" atau "F". Solusinya: seringlah membaca nyaring di depan cermin.
Belajar Mengunyah: Mulailah dengan makanan lunak dan kunyah menggunakan kedua sisi mulut secara bersamaan agar gigi palsu tidak mudah lepas/terungkit.
Gigi palsu yang kotor bisa menyebabkan jamur di langit-langit mulut dan bau mulut yang tidak sedap:
Lepas Saat Tidur: Gusi Anda butuh "bernapas". Rendam gigi palsu dalam wadah berisi air bersih (suhu ruang) saat Anda tidur.
Jangan Pakai Pasta Gigi Biasa: Pasta gigi bersifat abrasif (mengikis) yang bisa membuat permukaan gigi palsu baret. Gunakan sabun cair lembut atau pembersih khusus gigi tiruan.
Sikat Gusi & Lidah: Meskipun giginya palsu, gusi asli Anda tetap harus disikat dengan bulu sikat halus untuk menjaga sirkulasi darah.
Saran Saya Sebagai Dokter: Jangan menunggu sampai semua gigi habis untuk datang ke klinik. Jika Anda punya satu gigi yang hilang (seperti pada foto yang Anda tunjukkan sebelumnya jika memang harus dicabut), segera diskusikan pilihan penggantinya.
Penulis : WDC drg