Free Reservasi
Banyak yang bertanya, "Kenapa gigi saya harus dirapikan, Dok? Kan cuma miring sedikit." Perlu dipahami bahwa gigi yang berantakan bukan cuma masalah penampilan, tapi juga masalah fungsi. Gigi yang bertumpuk (berjejal) sangat sulit dibersihkan, yang ujung-ujungnya memicu karang gigi, gusi bengkak, hingga lubang yang sulit dideteksi.
Secara klinis, kami menyarankan perawatan ini jika terdapat kondisi Maloklusi, seperti:
Gigi Berjejal (Crowding): Gigi tumbuh saling tumpang tindih karena rahang tidak cukup ruang.
Gigi Maju (Protrusi): Gigi depan atas terlalu condong ke depan (sering disebut "tonggos").
Gigi Renggang (Diastema): Celah antar gigi yang mengganggu fungsi bicara atau makan.
Masalah Gigitan (Bite Issues): Seperti deep bite (gigi atas menutupi gigi bawah secara total) atau crossbite (posisi gigi bawah justru di luar gigi atas).
Setiap jenis memiliki cara kerja yang berbeda, sesuaikan dengan kenyamanan dan budget Anda:
Behel Metal (Konvensional): Jenis yang paling umum. Kuat dan efektif untuk kasus sulit. Kekurangannya hanya pada estetika karena terlihat mencolok.
Behel Keramik/Sapphire: Warnanya transparan atau sewarna gigi. Lebih estetik, namun materialnya sedikit lebih rapuh dibandingkan metal.
Self-Ligating (Sistem Damon): Tanpa karet warna-warni. Kelebihannya adalah gesekan yang lebih minim (tidak terlalu sakit), kontrol lebih jarang, dan durasi perawatan biasanya lebih cepat.
Clear Aligners (Invisalign): Menggunakan plastik transparan tipis yang bisa dilepas-pasang. Sangat nyaman dan hampir tidak terlihat, tapi butuh disiplin tinggi dari pasien.
Jangan bayangkan datang ke klinik langsung pasang behel. Ada prosedurnya:
Tahap Konsultasi & Diagnosis: Dokter akan memeriksa kondisi gigi dan gusi. Anda wajib melakukan rontgen Panoramic dan Cephalometric untuk melihat struktur tulang rahang dan posisi akar.
Tahap Pra-Pemasangan: Jika ada karang gigi, harus di-scaling. Jika ada lubang, harus ditambal. Dalam banyak kasus, diperlukan pencabutan gigi agar tersedia ruang untuk merapikan gigi yang berantakan.
Tahap Pemasangan (Bonding): Braket ditempel satu per satu. Di sini kesabaran Anda diuji karena prosesnya bisa memakan waktu 1–2 jam.
Tahap Aktivasi (Kontrol): Setiap 3–4 minggu sekali (untuk metal) atau 6–8 minggu (untuk self-ligating), Anda harus kontrol untuk mengganti kawat atau mengencangkan tarikan. Di sinilah "keajaiban" pergeseran gigi terjadi.
Tahap Retensi: Setelah behel dilepas, ini tahap paling kritis. Anda wajib memakai Retainer agar gigi yang sudah rapi tidak kembali berantakan (relaps).
Saya selalu jujur pada pasien: pakai behel itu ada seninya.
Rasa Tidak Nyaman: 3–5 hari setelah kontrol, gigi akan terasa linu. Ini normal karena gigi sedang digerakkan secara paksa.
Pantangan Makan: Lupakan dulu keripik yang sangat keras, apel yang digigit langsung, atau makanan lengket seperti dodol. Jika braket lepas karena makanan, durasi pemakaian behel Anda akan makin lama.
Kebersihan Ekstra: Anda harus menjadi "ahli" dalam menyikat gigi. Gunakan sikat khusus ortodonti, sikat interdental, dan dental floss. Gigi rapi tapi berlubang setelah behel dilepas adalah sebuah kegagalan.
Jangan pernah mempertaruhkan kesehatan rahang Anda pada penyedia jasa non-medis. Pergerakan gigi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan akar gigi memendek, gigi goyang, hingga kerusakan saraf permanen. Pastikan Anda ditangani oleh dokter gigi yang kompeten.
Penulis : WDC drg