Free Reservasi
Inti dari perawatan ini adalah sterilisasi. Kita membersihkan jaringan saraf yang sudah mati atau terinfeksi di dalam gigi agar infeksi tersebut tidak menyebar ke tulang rahang
Biasanya, tanda-tandanya cukup khas. Jika Anda mengalami salah satu dari ini, besar kemungkinan lubang gigi sudah mencapai saraf:
Sakit Berdenyut: Nyeri yang muncul tiba-tiba tanpa pemicu, terutama saat malam hari sampai mengganggu tidur.
Linu Berkepanjangan: Rasa linu yang tidak hilang-hilang setelah minum air dingin atau panas.
Gusi Bengkak atau Muncul "Bisul": Muncul benjolan berisi nanah (fistula) di gusi dekat akar gigi.
Perubahan Warna: Gigi perlahan berubah menjadi keabu-abuan atau gelap (tanda saraf sudah mati).
Sebagai dokter, saya selalu menyarankan mempertahankan gigi asli selama mungkin. Kenapa? Karena tidak ada gigi tiruan sehebat ciptaan Tuhan. Mempertahankan gigi asli menjaga kepadatan tulang rahang dan mencegah gigi tetangga bergeser yang bisa merusak susunan gigitan Anda.
Berbeda dengan tambal biasa, PSA biasanya memerlukan 2 hingga 4 kali kunjungan, tergantung tingkat infeksi dan anatomi akar gigi Anda.
Kunjungan 1: Akses dan Pembersihan (Open Bur) Dokter akan membuka jalan menuju saluran akar, lalu membersihkan jaringan saraf yang terinfeksi menggunakan alat kecil yang disebut file. Gigi kemudian diberi obat sterilisasi dan ditambal sementara.
Kunjungan 2: Pengukuran & Sterilisasi Ulang Kami memastikan saluran akar benar-benar bersih dan kering. Kami menggunakan alat Apex Locator untuk mengukur panjang akar secara presisi agar tidak ada kuman yang tertinggal di ujungnya.
Kunjungan 3: Pengisian (Obturasi) Jika sudah tidak ada keluhan nyeri dan kondisi sudah steril, saluran akar diisi dengan bahan karet khusus bernama Gutta-Percha untuk menyegel saluran tersebut agar kuman tidak masuk lagi.
Kunjungan 4: Restorasi Akhir (Mahkota/Crown) Gigi yang sudah dilakukan PSA biasanya menjadi rapuh karena nutrisinya sudah tidak ada. Maka, sangat disarankan untuk memasang Crown (Jaket Gigi) agar gigi tidak pecah saat digunakan mengunyah makanan keras.
Ini yang perlu diluruskan. Justru PSA dilakukan untuk menghentikan rasa sakit yang sedang Anda alami. Dengan teknik anestesi (pembiusan) modern, prosedur ini sebenarnya tidak jauh berbeda rasanya dengan penambalan biasa. Anda mungkin merasa sedikit pegal karena mulut harus terbuka lama, tapi bukan nyeri tajam.
Selama proses berjalan (masih dalam tambalan sementara), ada beberapa aturan main:
Jangan Mengunyah Sisi Tersebut: Tambalan sementara tidak sekuat tambalan permanen dan mudah lepas atau pecah.
Disiplin Sesuai Jadwal: Jangan menghilang setelah kunjungan pertama hanya karena sakitnya sudah hilang! Jika tidak diselesaikan, kuman akan masuk kembali dan infeksi bisa jauh lebih parah (abses).
Penutup Jika Anda melihat foto gigi yang Anda kirim sebelumnya, beberapa gigi tersebut tampaknya sudah mencapai tahap di mana PSA menjadi pilihan utama sebelum kita bicara soal estetik atau crown.
Penulis : WDC drg